Home
|
Webmail
|
News
|
Sitemap
|
Contact Us
|
Search
Brawijaya HOME
Brawijaya News
Brawijaya MailingList
Brawijaya Forum
Main Page
Term and Agreement
F.A.Q
Forum Main Menu
Forum
Balasan
Statistik
Pencarian
Current Forum Spec.
Serba Serbi
Forum ini untuk menampung diskusi di luar topik yang ada
Akses
: Public
Moderator forum
: webmaster, UPPTI UB, Helpdesk UPPTI
Kampus Biru Penuh Pengemis - Brawijaya Forum
Brawijaya Forum
/
Serba Serbi
/
Kampus Biru Penuh Pengemis
Pencetus
Tulisan
mencoba_berarti
#
Postingan: 8 Peb 2008 08:47
Balasan
Salam Perubahan Positif….
Universitas Brawijaya dengan julukan Kampus Biru, sedang gemar “mempercantik
diri” di-sana-sini-situ-sono-di-mana-mana.
Mempercantik jalan beraspal
Mempercantik wajah dengan membuat pancuran di depan Rektorat
Peresmian Gedung Baru FK
Renovasi Gapura/Gerbang masuk
dan lain-lain
Tapi mengapa dari pertama saya MABA
ampek sekarang mau semester dua, tetep aja masih saya temukan pengemis liar disana-sini.
Memang sih “pernah hilang dari peredaran” tapi cuma pas kalau ada tamu/kunjungan datang, setelah tamu/pengunjung pulang mereka balik lagi.
Tolong ditertibkan dong (apa perlu dimasukkan ke Metropolis Watch di Jawa Pos)
, saya merasa nggak nyaman dengan kehadiran mereka. Alasannya:
1.Mereka mengemis karena itu adalah profesi mereka, sama sekali nggak ada usaha yang berarti, usahnaya cuma ngangkat tangan sambil bilang “Nyuwun mbak, sak welase….”. ada juga yang nodong ke cewek-cewek minta 20.000 pas kita lewat di area yang sepi.
2.Penghasilan mengemis mereka dalam sehari lebih banyak dari uang saku-ku sehari.
Coba deh itung, kalau dalam sehari minimal mereka dapat 100 orang korban , yang tiap orang minimal ngasih 100 perak, tinggal kali-in aja 100x100=10.000.
3.Secara fisik mereka masih kuat cari kerja, tapi karena kebaikan hati para pemuda-pemudi di UB yang suka beramal, mereka jadi males cari kerja dan bergantung pada bantuan.
Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah…
4.Penampilan mereka nggak menggambarkan kalau mereka bener-bener “miskin-se- miskin-miskin-nya”, warna pakainnya belum luntur dan belum sobek-sobek, ada yang pakai anting, cincin, kalung emas (entah asli atau nggak, tapi mereka tetep aja gaya)
P.S: Saya nulis ini bukan berarti saya anti-sosial.
Saya nulis ini bukan berarti saya nglarang ntuk beramal
tapi saya nulis ini karena Brawijaya seharusnya adalah lingkungan pendidikan dan saya malu saat teman/mahasiswa/i dari universitas lain berkomentar seperti ini :
“Kok disini banyak pengemis ya? Sampai masuk-masuk kantin lagi, emang SPP bayar berapa?”
“Brawijaya seperti wisata Wali Songo, banyak orang ngemis di-sana-sini?”
Jawaban Anda
more smilies
Disable smilies
isikan kata kunci dari
gambar disamping
»
»
Nama
Anda dapat mengirim pesan secara
anonymously
dengan mengisikan sembarang nama dalam kolom "Nama" (selama nama tersebut belum digunakan oleh Moderator), atau mengosongi kolom.
Berita & Pengumuman
Alumni
Studi
Games
Information Technology
Serba Serbi
Powered by ::
PHP forum software miniBB
™ © 2001-2010
Our Services
Site Map
|
Contact Us
|
Privacy
|
Terms of Use
|
Site Credit
© Brawijaya University, all right reserved.
Use of this website signifies your agreement to the Terms of Use.
Content provided by BAPSI-UB, Design & Construct by UPPTI-UB (2004).